Bagi ku, ‘Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah’, mengapa saya bisa berkata demikian? Karena menurut saya mengeluh merupakan suatu keadaan dimana kita tidak dapat menerima apa yang terjadi pada diri kita. Mengeluh sendiri berada pada lingkaran negative. Coba anda ingat kembali, adakah mengeluh yang positif? . mengeluh juga merupakan keadaan dimana kita tidak mensyukuri apa yang telah ada dan terjadi pada diri kita, bukankah Islam mengajarkan pada kita untuk selalu mensyukuri apa yang telah Allah berikan untuk kita. ‘apa yang baik bagi kita belum tentu baik bagi Allah SWT, dan sebaliknya apa yang buruk bagi kita bisa jadi merupakan hal yang baik yang Allah berikan kepada kita’. Bukankah Allah SWT Maha Mengetahui Atas Segala Sesuatunya.
Kaitanya dengan Teknologi
Jejaring soSial yang semakin merambah dalam berbagai kalangan membuat setiap orang semakin mudah untuk berinteraksi dengan orang lain siapa, kapan dan dimana pun kita berada . Salah satunya adalah Facebook. Dengan facebook kita dapat dengan mudah berinteraksi melalui update status, coment ataupun chatting.
Apabila kita sadar facebook sendiri merupakan tempat bagi siapapun untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hati maupun fikirannya entah itu baik atau buruk, sopan maupun kasar semua orang dapat mengutarakannya karena memang tak ada batasan bagi siapapun untuk melakukannya. Facebook pun dapat menjadi positif apabila setiap orang dapat memberikan informasi yang sopan,baik dan bermanfaat, namun sungguh sangat disayangkan apabila facebook menjadi ajang untuk mengeluh dan mengungkapkan hal-hal yang kasar dan tidak pantas untuk dibaca. Padahal kita tahu bahwa pemilik akun-akun facebook tidak hanya orang dewasa saja, namun remaja dan anak-anak pun banyak yang memiliki akun facebook.
Sadarkah kita bahwa facebook itu dapat membangun citra bagi diri sendiri maupun orang lain. Saya sering kali menjumpai status-status kasar dan ditujukkan pada orang lain, bahkan kata-kata kasar yang seharusnya tidak pantas untuk di umbar. Saya sangat heran, apa yang sebenarnya ada dibenak mereka ketika mereka meng-update status yang tidak pantas untuk dipublikasikan. Sungguh memprihatinkan apabila kita ingat banyak anak-anak yang sudah memiliki akun facebook sendiri.
Dan sekali lagi saya menjumpai anak SD yang memiliki akun facebook kemudian dia mengupadte kalimat-kalimat yang seharusnya tidak diucapkan untuk anak perempuan, yang seharusnya tidak dia ucapkan untuk anak seusianya. Saya sungguh prihatin sekali, apakah ini generasi-generasi penerus bangsa kelak? Apakah ini generasi-generasi pemimpin bangsa ini. Inikah pengaruh tontonan yang dia lihat? Yang dia baca sehar-hari?.
Lalu apa yang dapat kita lakukan? Tentu kita dapat melakukan sesuatu. Ingat pepatah “ajining diri gumanthung ing lathi”. Pepatah itu benar adanya, kita dapat melihat kepribadian seseorang itu dari apa yang dia ucapkan. Oleh sebab itu saya ingin mengajak teman-teman ku semua, ayolah kita sama-sama membangun Negri ini untuk menjadi lebih baik, kita dapat memulainya dari diri sendiri dengan tidak mengucapkan kata-kata kasar di facebook, tidak menyindir orang, tidak melakukan hal-hal yang negative. Kalau bukan kita yang memulainya siapa lagi. Kita juga tidak ingin kan anak-anak kita kelak melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Mulailah kita dari diri sendiri, berikan contoh-contoh yang baik dan perbanyak bersyukur karena Syukur itu sumber KEBAHAGIAAN.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon